INTERMEZZZO

Alkisah di suatu hari Pak Albert Einstein bertemu dengan seorang  wartawan yang ingin mewawancarainya tentang pikiran-pikiran kreatifnya. Perbincangan berlangsung hangat, hingga tiba saatnya Sang Wartawan  undur diri.  “Pak Einstein, saya gembira dan berterima kasih atas perbincangan yang sangat menarik ini. Bila saya akan mengkonfirmasikan kembali tulisan saya atas hasil diskusi kita ini, apakah saya boleh menelpon Bapak?”  “Tentu saja.”
“Boleh saya tahu nomer telepon Bapak?”  “Sebentar…,” Albert Einstein meraih buku telepon di meja. Dibukanya halaman yang berisi deretan nama berhuruf depan E. Ditelusurnya hingga ditemukannya nama Einstein, Albert dan nomer telepon di sebelahnya.  “Ini nomer saya….” Didiktekannya nomer telepon seperti yang dilihatnya di  buku telepon.  Sang Wartawan tidak tahan untuk tidak menanykan hal yang tidak lazim  ini, “Pak Einstein, apakah bapak tidak hafal nomer telepon Bapak sendiri?”  “Begini, menurut saya untuk apa saya harus membebani otak saya dengan hal-hal yang bisa saya dapatkan di tempat lain, seperti di buku telepon ini…?”

Tidak diketahui apakah kisah ini sungguh-sungguh terjadi atau sekedar guyonan. Namun memang tidak sama antara melatih otak dan membebani memorinya ☺.

Posted on 17 Oktober 2010, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: